0811113087
Pembagian Genus Terbaru Lebah Tanpa Sengat

Pembagian Genus Terbaru Lebah Tanpa Sengat

Genus dan subgenus yang terbaru saat ini ada di Indomalayan dan Australasian :
– Genus Austroplebeia
– Genus Geniotrigona
– Genus Heterotrigona (Subgenus Heterotrigona, Platytrigona, Sahulotrigona, Sundatrigona)
– Genus Homotrigona (Subgenus Homotrigona, Lophotrigona, Odontotrigona, Tetrigona)
– Genus Lepidotrigona
– Genus Lisotrigona
– Genus Papuatrigona
– Genus Pariotrigona
– Genus Tetragonula (Subgenus Tetragonula, Tetragonilla)
– Genus Wallacetrigona

Berikut GENUS dgn nama2 spesiesnya;
Genus Austroplebeia Moure, 1961 1. Austroplebeia australis (Friese, 1898) 2. Austroplebeia cincta (Mocsáry in Friese, 1898) 3. Austroplebeia essingtoni (Cockerell, 1905) 4. Austroplebeia magna Dollin, Dollin, and Rasmussen, 2015

Genus Geniotrigona Moure, 1961 1. Geniotrigona lacteifasciata (Cameron, 1902) 2. Geniotrigona thoracica (Smith, 1857)*

Genus Heterotrigona Schwarz, 1939 Subgenus Heterotrigona Schwarz, 1939 1. Heterotrigona (Heterotrigona) bakeri (Cockerell, 1919b) 2. Heterotrigona (Heterotrigona) erythrogastra (Cameron, 1902) 3. Heterotrigona (Heterotrigona) itama (Cockerell, 1918)* Subgenus Platytrigona Moure, 1961 4. Heterotrigona (Platytrigona) flaviventris (Friese, 1908 [1909]) 5. Heterotrigona (Platytrigona) hobbyi (Schwarz, 1937) 6. Heterotrigona (Platytrigona) keyensis (Friese, 1901) 7. Heterotrigona (Platytrigona) lamingtonia (Cockerell, 1929a) 8. Heterotrigona (Platytrigona) planifrons (Smith, 1865)* Subgenus Sahulotrigona Engel and Rasmussen, 2017 9. Heterotrigona (Sahulotrigona) atricornis (Smith, 1865) 10. Heterotrigona (Sahulotrigona) paradisaea Engel and Rasmussen, 2017* Subgenus Sundatrigona Inoue and Sakagami, 1993 11. Heterotrigona (Sundatrigona) lieftincki (Sakagami and Inoue, 1987) 12. Heterotrigona (Sundatrigona) moorei (Schwarz, 1937)*

Genus Homotrigona Moure, 1961 Subgenus Homotrigona Moure, 1961 1. Homotrigona (Homotrigona) aliceae (Cockerell, 1929b) 2. Homotrigona (Homotrigona) anamitica (Friese, 1909) 3. Homotrigona (Homotrigona) fimbriata (Smith, 1857)* 4. Homotrigona (Homotrigona) lutea (Bingham, 1897) Subgenus Lophotrigona Moure, 1961 5. Homotrigona (Lophotrigona) canifrons (Smith, 1857)*, kombinasi baru Subgenus Odontotrigona Moure, 1961 6. Homotrigona (Odontotrigona) haematoptera (Cockerell, 1919a)*, kombinasi baru Subgenus Tetrigona Moure, 1961 7. Homotrigona (Tetrigona) apicalis (Smith, 1857)*, kombinasi baru 8. Homotrigona (Tetrigona) binghami (Schwarz, 1937), kombinasi baru 9. Homotrigona (Tetrigona) melanoleuca (Cockerell, 1929b), kombinasi baru 10. Homotrigona (Tetrigona) peninsularis (Cockerell, 1927), kombinasi baru 11. Homotrigona (Tetrigona) vidua (Lepeletier de Saint Fargeau, 1836),

kombinasi baru Genus Lepidotrigona Schwarz, 1939 1. Lepidotrigona arcifera (Cockerell, 1929c) 2. Lepidotrigona doipaensis (Schwarz, 1939) 3. Lepidotrigona flavibasis (Cockerell, 1929c) 4. Lepidotrigona hoozana (Strand, 1913) 5. Lepidotrigona javanica (Gribodo, 1891) 6. Lepidotrigona latebalteata (Cameron, 1902) 7. Lepidotrigona latipes (Friese, 1900) 8. Lepidotrigona nitidiventris (Smith, 1857)* 9. Lepidotrigona palavanica (Cockerell, 1915) 10. Lepidotrigona terminata (Smith, 1878) 11. Lepidotrigona trochanterica (Cockerell, 1920) 12. Lepidotrigona ventralis (Smith, 1857)

Genus Lisotrigona Moure, 1961 1. Lisotrigona cacciae (Nurse, 1907)* 2. Lisotrigona carpenteri Engel, 2000 3. Lisotrigona furva Engel, 2000

Genus Papuatrigona Michener and Sakagami, 1990 1. Papuatrigona genalis (Friese, 1908 [1909])*

Genus Pariotrigona Moure, 1961 1. Pariotrigona pendleburyi (Schwarz, 1939)*

Genus Tetragonula Moure, 1961 Subgenus Tetragonilla Moure, 1961 1. Tetragonula (Tetragonilla) atripes (Smith, 1857)* 2. Tetragonula (Tetragonilla) collina (Smith, 1857) 3. Tetragonula (Tetragonilla) fuscibasis (Cockerell, 1920) 4. Tetragonula (Tetragonilla) rufibasalis (Cockerell, 1918) Subgenus Tetragonula Moure, 1961 5. Tetragonula (Tetragonula) bengalensis (Cameron, 1897) 6. Tetragonula (Tetragonula) biroi (Friese, 1898) 7. Tetragonula (Tetragonula) carbonaria (Smith, 1854) 8. Tetragonula (Tetragonula) clypearis (Friese, 1909) 9. Tetragonula (Tetragonula) dapitanensis (Cockerell, 1925) 10. Tetragonula (Tetragonula) davenporti (Franck in Franck et al., 2004) 11. Tetragonula (Tetragonula) drescheri (Schwarz, 1939) 12. Tetragonula (Tetragonula) fuscobalteata (Cameron, 1908) 13. Tetragonula (Tetragonula) geissleri (Cockerell, 1918) 14. Tetragonula (Tetragonula) gressitti (Sakagami, 1978) 15. Tetragonula (Tetragonula) hirashimai (Sakagami, 1978) 16. Tetragonula (Tetragonula) hockingsi (Cockerell, 1929e) 17. Tetragonula (Tetragonula) iridipennis (Smith, 1854)* 18. Tetragonula (Tetragonula) laeviceps (Smith, 1857) 19. Tetragonula (Tetragonula) malaipanae Engel, Michener, and Boontop, 2017 20. Tetragonula (Tetragonula) melanocephala (Gribodo, 1893) 21. Tetragonula (Tetragonula) melina (Gribodo, 1893) 22. Tetragonula (Tetragonula) mellipes (Friese, 1898) 23. Tetragonula (Tetragonula) minangkabau (Sakagami and Inoue, 1985) 24. Tetragonula (Tetragonula) minor (Sakagami, 1978) 25. Tetragonula (Tetragonula) pagdeni (Schwarz, 1939) 26. Tetragonula (Tetragonula) pagdeniformis (Sakagami, 1978) 27. Tetragonula (Tetragonula) penangensis (Cockerell, 1919b) 28. Tetragonula (Tetragonula) praeterita (Walker, 1860) 29. Tetragonula (Tetragonula) reepeni (Friese, 1918) 30. Tetragonula (Tetragonula) ruficornis (Smith in Horne and Smith, 1870) 31. Tetragonula (Tetragonula) sapiens (Cockerell, 1911) 32. Tetragonula (Tetragonula) sarawakensis (Schwarz, 1937) 33. Tetragonula (Tetragonula) sirindhornae (Michener and Boongird, 2004) 34. Tetragonula (Tetragonula) testaceitarsis (Cameron, 1901) 35. Tetragonula (Tetragonula) zucchii (Sakagami, 1978)

Genus Wallacetrigona Engel and Rasmussen, herein 1. Wallacetrigona incisa (Sakagami and Inoue, 1989)*,

Kombinasi baru Sumber:

AMERICAN MUSEUM NOVITATES Number 3888, 33 pp. December 14, 2017 A New Genus of Eastern Hemisphere Stingless Bees (Hymenoptera: Apidae), with a Key to the Supraspecific Groups of Indomalayan and Australasian Meliponini CLAUS RASMUSSEN, JENNIFER C. THOMAS, AND MICHAEL S. ENGEL

Nama-nama Lebah Tanpa Sengat

? Kelulut (Melayu, Dayak Kal Bar,  Riau,  Kepulauan Riau*)
? Kalulut (Banjar)
? Teuweul (Sunda)
? Klanceng (Jakarta, Madura, Jawa secara umum)
? Linot (Aceh secara umum)
? Gegeci (Aceh Tamiang)
? Kekening (Aceh Gayo)
? Nyiuk tales (Lombok tengah)
? Kledan (Lombok utara)
? Kele-kele/Kelo-kelo (Bali)
? Aletan (Bali Nusa 2)
? Sasau (Kerinci)
? Ben-ben/Keci-keci (Karo Sumatera utara)
? Galo-galo (Sumbar, Kampar Riau,  Palembang)
? Gegele (Lahat Sumatera selatan)
? Gala-gala (OKU Sumatera selatan)
? Gale-gale (OKI)
? Gala-gala (Mandar Sulawesi barat)
? Ketape/Kammu (Sulawesi tengah)
? Sarese (Poso Sulawesi tengah)
? Merang (Plopo Sulawesi selatan)

? Ummu (Watansoppeng Sulawesi selatan)
? Emuuk/Emu (Bugis)
? Emmuk (Makasar)
? Gaalei (Bengkulu)
? Likam/Until (Jawa Lampung)
? Likam/Ghibung (Lampung Tengah) 
? Thehen (Lampung timur)
? Gegela/Kerebong (Lampung Selatan) 
? Madu Keran/Teran (Belitung)
? Pelaket (Bangka)
? Hamurep/Kalulut (Dayak Kal Sel)
? Udep (Dayak Kal Tim) 
? Likut/Kiwot (Mindanao) 
? Lilit (Kebumen)
? Puli/Pulut/Bon-bon (Mandailing Natal Sumatera utara)
? Nete (Bima)
? Tiwuan (Tasik Ciamis Singaparna)
? Teldan ( Lombok Utara) 
? Tantadan (Sabah) 
? Kalimuduk (Brunnei) 
? Mae Mae Toher (Pulau Ambon) 
? Kelkello (Pulau Saparua) 
? Saseero (Pulau Seram) 
? Haruku (Pulau Bulpena)
? Pulo (Suku Tolaki,  Kendari,  Kolaka) 
? dodahala (Halmahera Utara) , dll

Tanaman Pakan Potensial untuk Lebah Tanpa Sengat/Trigona

Tanaman Pakan Potensial untuk Lebah Tanpa Sengat/Trigona

Budidaya lebah tanpa sengat (Trigona, Klanceng, Kelulut, Teuweul) tergolong mudah bahkan untuk pemula sekalipun. Dengan membeli koloni lebah tanpa sengat kemudian menaruhnya di tempat teduh, para lebah akan mencari nektar, polen dan resin bahkan dari bunga2 kecil dan pepohonan di sekitar rumah yang tidak mungkin bisa dihisap oleh lebah jenis apis. Lebah tanpa sengat juga sangat mudah beradaptasi terhadap lingkungan, termasuk dengan tanaman pakan baru yang belum dikenal sebelumnya di tempat asalnya.

Tahukah anda bahwa kebutuhan pakan lebah tanpa sengat sangat mudah didapat di sekitar kita? Sebuah pohon mangga dan tanaman bunga air mata pengantin (antigonon sp) di halaman rumah sudah cukup memenuhi kebutuhan hidup beberapa koloni lebah trigona

Namun jika kita ingin memiliki koloni lebah tanpa sengat yang kuat dan memiliki produktivitas tinggi maka kita harus memperhatikan tanaman-tanaman potensial yang menjadi favorit atau kesukaan lebah tanpa sengat lainnya. Keragaman vegetasi tanaman pakan dan kombinasinya akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan koloni serta terhadap produktivitas dan kualitas madu, propolis dan beebread yang dihasilkan.

Tanaman bergetah wajib ada di sekitar koloni. Pengalaman menunjukkan bahwa adanya tanaman penghasil pollen dan nektar tidak bermanfaat sama sekali jika tidak ada getah pohon yang digunakan untuk menyimpan madu, pollen dan pembangunan sarang lebah tanpa sengat. Beberapa jenis tanaman bergetah yang menjadi sumber resin favorit antara lain adalah mangga, bacang, nangka, cempedak, sukun, manggis, damar, pinus, kenari, singkong karet, nyamplung, dll.

Menurut Dr. Mahani, SP, M.Si tanaman penghasil getah yang cukup melimpah dan memiliki khasiat yang kuat adalah pinus, damar, kenari, kemenyan, manggis, singkong karet dan nyamplung. Sehingga bagi daerah yang memiliki sumberdaya alam salah satu jenis tanaman tersebut maka pengembangan budidaya lebah tanpa sengat menjadi sangat berpotensi. Tidak tertutup kemungkinan adanya jenis tanaman penghasil resin lainnya yang memiliki potensi khusus yang bisa dimanfaatkan hasil propolis lebahnya. Peternak akan lebih mudah memasarkan hasil raw propolisnya untuk industri karena kebutuhan yang tinggi terhadap propolis yang dihasilkannya.

Jika pelaku budidaya lebah tanpa sengat mengharapkan hasil madu yang melimpah maka tanaman sumber nektar favorit lebah trigona harus diperhatikan. Kalau perlu peternak mengadakan tanaman pakan tambahan penghasil nektar dan polen untuk kebutuhan hidup lebah tanpa sengat dengan introduksi tanaman yang belum ada di daerahnya, tetapi hal tersebut membutuhkan waktu atau proses. Sebagai contoh Tanaman air mata pengantin (bunga putih atau merah) sudah lama menjadi idola para peternak lebah karena cepat pertumbuhannya serta menghasilkan nektar dan pollen yang cukup melimpah sepanjang tahun.

Tetapi idealnya budidaya lebah tanpa sengat berada pada lokasi yang memiliki sumber pakan yang secara alamiah melimpah. Sebagai contoh hutan pinus, akasia dan kaliandra merupakan lokasi yang sangat baik untuk menghasilkan madu dan propolis yang berkesinambungan. Beberapa pengalaman peternak menunjukkan produktivitas madu dan propolis lebah tanpa sengat di daerah yang memiliki vegetasi ketiga tanaman tersebut sangat tinggi bahkan dalam wakti 1,5 – 3 bulan stup vertikal susun tiga sudah penuh madu dan propolis.

Hal ini masuk diakal karena setiap tangkai bunga tanaman kaliandra (Caliandra calothyrsus) menurut Ryan Petrich memiliki 15-30 kelopak, 1 kelopak sudah cukup memenuhi abdomen (honey bag) lebah tanpa sengat jenis itama tanpa perlu terbang ke sana kemari mencari nektar bunga lainnya. Sementara pohon Akasia mangium selain menghasil nektar yang berasal dari bunga juga menghasilkan nektar dari ketiak daunnya (nektar ekstrafloral), sehingga dapat menyediakan kebutuhan nektar sepanjang tahun untuk lebah trigona. Adapun pohon pinus lebih dimaksudkan untuk penyediaan resin/ getah untuk membangun sarang, pot madu dan pot polen serta untuk pertahanan diri dari hama dan peyakit yang membahayakan keberlangsungan hidup koloni

Beberapa contoh jenis tanaman yang menghasilkan nektar ekstra floral sangat baik untuk memasok kebutuhan nektar sepanjang tahun

Baru-baru ini diketahui bahwa Hutan mangrove bisa menjadi habitat yang baik bagi lebah tanpa sengat sehingga bisa dikembangkan sebagai lokasi penangkaran lebah tanpa sengat yang dapat dimanfaatkan penduduk setempat. Tanaman mangrove memiliki resin, polen dan nektar yang melimpah sepanjang tahun. Propolis yang dihasilkan termasuk memiliki kualitas yang terbaik. Menurut Dr. Mahani, SP, MSi aktivitas biologis dari propolis yang dihasilkan lebah tanpa sengat dari resin mangrove termasuk kuat dan memiliki aroma yang disukai. “Sebagai peneliti dan praktisi propolis saya cukup kaget dengan propolis dari mangrove di Kota Baru, Kalsel. Hhmmm…, propolis Indonesia makin mengairahkan”, katanya.

Kebun hortikultura organik non pestisida juga memiliki potensi besar untuk berkolaborasi dengan peternakan lebah tanpa sengat dalam hubungan ekosistem mutualisme atau saling menguntungkan, baik kebun monokultur maupun polikultur . Kebun monokultur selama memiliki sumber resin, nektar dan polen sangat baik disandingkan dengan lebah tanpa sengat karena selain dapat menghasilkan madu juga dapat meningkatkan produksi buah melalui polinasi (penyerbukan) oleh lebah. Kita sebut beberapa kebun monokultur yang madunya dicari konsumen seperti madu jeruk lemon, madu jeruk limau, mangga, belimbing, markisa, kopi, dll yang memiliki rasa dan aroma yang khas.

Anda bisa menemukan jenis tanaman penghasil nektar lainnya di daerah anda yang berpotensi untuk menjadi pakan lebah tanpa sengat. Hal ini disebabkan setiap daerah memiliki jenis tanaman tertentu yang menjadi ciri khas dan menjadi andalan penghasil nektar dan polen untuk kebutuhan lebah tanpa sengat trigona tanpa harus ditanam atau dibudidayakan lagi.

Jenis tanaman liar di sekitar pedesaan yang menghasilkan bunga yang disukai lebah bisa sangat beragam. Pengenalan jenis tanaman liar yang menjadi potensi setiap daerah perlu diidentifikasi oleh peternak untuk dilestarikan, dibudidayakan dan dimanfaatkan untuk pakan lebah andalan serta bisa dijadikan untuk kesejahteraan masyarakat daerah tersebut.

Beberapa jenis tanaman penghasil polen dan nektar yang melimpah yang sering dijumpai mendoninasi suatu area, antara lain kaliandra pagoda (caliandra calothyrsus), bidens pilosa, Rumput Israel (Asystasis gigantea), bunga pukul delapan (Turnera subulata), portulaca, rerumputan/gulma liar (gramineae maupun berdaun lebar)  nyamplung, akasia, randu, karet, kopi belimbing, dll sering ditemukan di daerah tertentu sehingga perlu dimanfaatkan untuk kepentingan budidaya lebah tanpa sengat untuk menghasilkan madu yang berkesinambungan dan melimpah.

Beebread atau beepollen adalah makanan lebah muda untuk pertumbuhan dan perkembangan organ tubuhnya. Oleh karena itu keberadaan tanaman sumber pollen mutlak diperlukan untuk pertumbuhan dan kuatnya koloni. Beberapa peternak yang mengkhususkan diri di bidang breeding trigona sengaja menanam tanaman penghasil pollen secara intensif, seperti bunga matahari (sun flower), bunga matahari mexico (Tithonia sp), kenikir, bidens pilosa, batavia, dll.

Contoh Jenis-jenis Tanaman Pakan Potensial

1.  Contoh Tanaman Penghasil Resin

Pinus, damar, cemara, araucaria, meranti, rasamala, sawo, karet, singkong karet, nyamplung, sulatri, nangka, mangga, manggis, jeruk, mangrove, sukun, cempedak, bacang, rengas, biola cantik, dll

2. Contoh Tanaman penghasil polen

Jagung, bunga matahari, matahari mexico, batavia, salak, thunbergia, kersen, nangka, putri malu, lamtoro, salak, sengon, petai, dll

3. Contoh Tanaman Penghasil Nektar

Kaliandra, air mata pengantin, pisang, durian, Xanthostemon, akasia, randu, karet, singkong dll

4. Tanaman Penghasil Nektar dan Polen

Aren, belimbing, jambu air, batavia, amp, kaliandra, kelapa, kelengkeng, rambutan, mengkudu, salam, mangga, palem, pisang, durian, Xanthostemon, randu, akasia, dll

Dari uraian diatas bisa disimpulkan bahwa keberadaan tanaman favorit yang disukai lebah tanpa sengat sangat diperlukan untuk budidaya intensif lebah tersebut. Jadi sungguh beruntung daerah-daerah yang memiliki sumberdaya melimpah yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat di sekitarnya karena budidaya lebah tanpa sengat sangat cerah dan menguntungkan.

SILAHKAN KLIK SELENGKAPNYA:

Galeri Tanaman Pakan Trigona si Lebah Tanpa Sengat

Galeri Tanaman Pakan Trigona si Lebah Tanpa Sengat

Daftar foto tanaman penghasil resin, nektar dan polen untuk lebah tanpa sengat. Beberapa jenis memiliki ketiga jenis sumber pakan sekaligus (resin, nektar, polen), beberapa jenis menghasilkan polen dan nektar, beberapa jenis hanya menghasilkan polen. Boleh jadi yang tidak disebutkan salah satu sumber pakan tersebut ternyata memiliki sumber pakan yang tidak disebut tapi mungkin dalam jumlah sedikit

Analisa Usaha Budidaya Lebah Tanpa Sengat

Analisa Usaha Budidaya Lebah Tanpa Sengat




Budidaya lebah tanpa sengat sangat menjanjikan. Di dalam habitat yang tepat lebah tanpa sengat jenis Tetragonula biroi bisa dikembangbiakkan menjadi berkali lipat. Dalam satu tahun setiap koloni bisa dipecah menjadi 2-4 koloni. Artinya dalam setahun saja modal sudah bisa kembali jika koloninya dijual. Namun dalam analisa berikut kami berusaha menyajikan teknik budidaya yang lebih seimbang antara menghasilkan koloni, madu dan propolis

Berikut kami sajikan analisa dan simulasi usaha untuk skala 1 ha lahan dengan kepemilikan koloni awal 100 stup yang akan digandakan menjadi 400 stup koloni induk dalam waktu 2 tahun untuk menghasilkan 3 produk utama berupa (1) madu, (2) raw propolis dan (3) koloni anakan


PROGRAM BREEDING

Breeding atau program penggandaan koloni adalah kunci keberhasilan. Tanpa program penggandaan koloni maka budidaya lebah tanpa sengat tidak menjanjikan

Langkah awal investasi lebah tanpa sengat adalah program breeding, yaitu program penggandaan/pengembangbiakan/split anakan dimana setiap koloni lebah tanpa sengat akan digandakan setiap tahun masing-masing menjadi 2 koloni. Koloni hasil penggandaan sebagian dijadikan aset produksi dan sebagian lagi dijual untuk membiayai kegiatan budidaya sehingga dicapai arus kas yang seimbang. Pada tahun ke-3 dan seterusnya jumlah koloni induk dipertahankan sebagai aset produksi dibatasi sampai 400 koloni saja untuk 1 ha lahan. Dengan jumlah tersebut jika nilai produksi setiap koloni rata-rata 1 juta per tahun, maka nilai pendapatan kotor pertahun akan mencapai 400 juta/ha

MODAL AWAL

Berikut rincian investasi atau modal awal untuk skala usaha 1 ha yang dimulai dari 100 stup koloni Grade B lebah tanpa sengat jenis Tetragonula biroi , yakni total modal sebesar Rp. 253 Juta. 

Biaya tersebut terdiri dari biaya pembelian bibit koloni, pembuatan gubug  biaya sewa lahan, tenaga kerja, supervisi, pemeliharaan dll untuk jangka waktu 3 tahun. Biaya tahun selanjutnya berasal dari pendapatan, berupa penjualan madu, propolis dan koloni anakan

ARUS KAS (CASHFLOW)

Berikut arus kas keuangan budidaya lebah tanpa sengat dengan berdasarkan skema breeding di atas. Dari arus kas tersebut kita dapat menilai kelayakan usaha dari budidaya lebah tanpa sengat yang dapat disimpulkan SANGAT LAYAK. Hal ini bisa dilihat dari parameter IRR dan ROI yang tinggi

Beberapa catatan tambahan mengenai kelayakan investasi budidaya lebah tanpa sengat Trigona adalah sebagai berikut:

a. Modal/dana awal Investasi untuk 1 ha lahan Rp 253.000.000,-.  Keuntungan sudah bisa dinikmati sejak tahun pertama. Nilai keuntungan terus meningkat dari tahun ke tahun hingga mulai tahun ke-3 dan seterusnya  stabil pada kisaran 250-300 juta rupiah per tahun.

b. Investasi hanya sekali saja di awal tahun untuk biaya di tahun 1, 2 dan 3, selanjutnya pada tahun ke-4 dan seterusnya semua pengeluaran dibiayai oleh pendapatan tahunan

d. Perkiraan pengembalian modal (pay back) pada tahun ke-3

e. Setelah 10 tahun Stup masih tetap produktif dan jumlahnya bertambah menjadi 400 koloni siap produksi atau siap dijual kembali

f. Potensi pengembangbiakan stup/koloni menjadi 2-4 kali lipat setiap tahun masih bisa terus berlanjut

g. Budidaya lebah trigona tidak perlu perawatan rutin dengan biaya yang sangat murah serta bisa dikerjakan sebagai pekerjaan sampingan

h . Potensi pendapatan meningkat jika asumsi harga jual menggunakan harga pasaran umum, yaitu di atas Rp 250.000/kg (perhitungan saat ini harga jual Rp 140.000,-/kg)